Seminggu Operasi Zebra Intan, Terjaring 7.804 Pelanggar

WARTAKALSEL.COM: BANJARMASIN - Sepekan pelaksanaan Operasi Zebra Intan 2017 yang sudah digelar oleh Polda Kalsel dan jajaran memberikan sanksi tilang terhadap 7.804 pelanggar lalu lintas di Provinsi Kalsel.

“Pelanggaran masih didominasi terkait dokumen surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Pol E Zulpan, di Banjarmasin, Kamis.

Polresta Banjarmasin menjadi yang terbanyak mengeluarkan surat tilang, tercatat sebanyak 977 surat tilang dan yang terendah Satgas Polda Kalsel 233 tilang dan disusul Polres Barito Kuala 380 tilang.

“Khusus di hari ke-7 saja pada tanggal 7 November 2017, ada 1.372 tilang dikeluarkan oleh Polresta Banjarmasin tertinggi dengan 177 tilang,” papar Dirlantas Polda Kalsel.

Sedangkan untuk kasus kecelakaan lalu lintas, dari rentang waktu 1 hingga 7 November, ada 3 kejadian yang menyebabkan 5 korban meninggal dunia, 3 luka berat dan 2 luka ringan. Dibanding pada periode yang sama tahun 2016, ungkapnya, kecelakaan lalu lintas terjadi 14 kasus dengan korban 12 orang meninggal dunia, luka berat 3 orang dan luka ringan 7 orang.

“Penurunan kasus kecelakaab itu patut kita syukuri dan kami mengimbau pengendara lebih berhati-hati lagi, terutama di jalur cepat seperti Jalan Ahmad Yani dan Jalan Gubernur Soebarjo atau jalan tol Lingkar Basirih yang sangat rawan terjadi kecelakaan,” tuturnya.

Berdasarkan hasil analisa di lapangan, kecelakaan yang terjadi dari rentang waktu pukul 07.00 hingga 21.00 WITA tersebut paling dominan disebabkan faktor human error atau kelalaian pengendara yang tidak hati-hati pada kecepatan tinggi.

 

idayusnita