Meski Defisit Rp77 Miliar, APBD Banjarmasin Ditetapkan Rp1,6 Triliun

WARTA KALSEL- Meski terjadi defisit anggaran sebanyak Rp77 miliar, tapi DPRD Kota Banjarmasin akhirnya mampu mensahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 dengan besaran Rp1.620.990.204.050 pada rapat paripurna istimewa,  Jumat (24/11/2017).

Pembacaan disampaikan Sekretaris DPRD Kota Banjarmasin H Fathurrahim yang menyebutkan,  APBD 2018 untuk belanja tidak langsung dipatok Rp760.771.045.050, sementara itu anggaran belanja langsung sebesar Rp860.219.159.000.

Untuk proyeksi pendapatan sebesar Rp1.543.240.240.050. Yakni, dari dana perimbangan sebesar Rp1.020.730.868.000, dan Pendapatan Ali Daerah (PAD) ditarget sebesar Rp327.396.369.050 dan pendapatan daerah lain yang sah sebesar Rp195.112.967.000.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina bersyukur APBD 2018 disahkan. Dimana nantinya akan dievaluasi oleh Pemerintah Provinsi Kalsel. “Semua catatan yang akan diberikan dengan rancangan APBD 2018 ini akan kita sesuaikan," paparnya.

PAD 2018 Pemko Banjarmasin sendiri ditingkatkan sekitar 1,63 persen dari tahun lalu, sebab harapan sektor pariwisata dan lainnya akan menjadi potensi menggali peningkatan PAD tersebut.

"PAD bisa digali lewat even-even yang diselenggarakan di Kota Banjarmasin baik lokal dan nasional,  diharapkan jadi sumber PAD," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Hj Ananda meminta APBD 2018 bisa diserap maksmal. Agar tidak terjadi silpa, yang bisa menjadi kerugian bagi upaya percepatan pembangunan.
 

ida yusnita